Untuk seluruh siswa yang akan mengikuti ujian nasional 2012, semoga sukses always "

Amunisi Persiapan Perang Peserta UAN

Serangkaian program dilakukan pihak sekolah guna membekali para siswa untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun ini. Program-program tersebut sebagai salah satu cara memperdalam kemampuan siswa, khususnya untuk mata pelajaran yang diujikan dalam UN.
Penambahan jam pelajaran kami lakukan sesuai bobot pelajarannya, khususnya Matematika, karena bobotnya berbeda dengan pelajaran lain.
-- Sugiyatno
Melalui program-program ini, para guru memberikan semacam amunisi agar para siswa siap "berperang". Beberapa program yang dipersiapkan sekolah untuk menghadapi UN relatif sama, seperti penambahan jam pelajaran sesuai bobot pelajarannya, pendalaman materi, dan try out (uji coba).
"Penambahan jam pelajaran kami lakukan sesuai bobot pelajarannya, khususnya Matematika, karena bobotnya berbeda dengan pelajaran lain," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 29 Sugiyatno, Senin (28/3/2011) di Jakarta.
Sugiyatno menambahkan, pendalaman materi dilakukan pihak sekolah bekerja sama dengan institusi bimbingan belajar ataupun universitas swasta. Kegiatan ini berlangsung sejak Agustus 2010 lalu dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.
"Ini semacam sinergi antara pihak dalam dan pihak dari luar sekolah. Setiap tiga bulan sekali kita lihat progresnya," kata Sugiyatno.

Selain penambahan jam belajar dan pendalaman materi, pihak sekolah juga beberapa kali mengadakan try out untuk mata pelajaran yang masuk dalam UN.
"Lima kali bekerja sama dengan pihak luar dan dua kali bekerja sama dengan Musyawarah Kepala Sekolah (MKS)," papar Sugiyatno.

Program-program tersebut, lanjut dia, selain sebagai persiapan menghadapi UN, juga sebagai upaya untuk mencapai target 100 persen kelulusan. SMAN 29 menargetkan 100 persen siswanya lulus pada UN tahun ini.
Ia mengungkapkan, pihak sekolah yakin dengan targetnya. Saat ini sisa waktu kurang dari satu bulan dan digunakan untuk memberikan berbagai program secara lebih intensif dan sesuai dengan standar kompetensi kelulusan (SKL).
"Yakin, ya, harus. Meskipun berdasarkan pendalaman materi dan try out hasilnya belum optimal, harapan kami kelulusannya bisa 100 persen," ungkap Sugiyatno.(kompas)
Category: 0 komentar

Tidak ada komentar:

Home

Arsip Blog

Pengikut