Untuk seluruh siswa yang akan mengikuti ujian nasional 2012, semoga sukses always "

Harus berpikir mendalam untuk Guru GTT SMAISAKA

Hasil musyawarah dinas guru dan karyawan SMA Islam Kepanjen.
Pemaparan umum kondisi SMAISAKA oleh Bapak H. Musoli Haris ( Kepala Sekolah ) mengawali kegiatan Rapat dinas guru-guru.
Di umur 25 tahun ini, SMA Islam Kepanjen sudah menjadi sekolah yang mandiri. Tentunya berbagai macam kebijakannyapun menjadi kebijakan mandiri sekolah.

Dalam hal ini, tentunya pelayanan sekolah  kepada  masyarakat sangat diutamakan, demi kelangsungan dan kekokohan SMA Islam Kepanjen.

Berikutnya Bapak Musoli Haris memaparkan bahwa di SMA Islam Kepanjen terdapat beberapa golongan/macam guru :
 
1. Guru-guru DPK sebagai guru inti
2. Guru Yayasan yang digaji oleh yayasan.
3. Guru Muda potensial (dimaksimalkan kemampuannya)
4. Guru Negeri yang membantu sebagai pengajar (jam terbatas)
5. Guru GTT yang berdinas di sekolah lain dan mempunyai jabatan 
     Kepala Sekolah

Inti dari rapat dinas ini adalah bagaimana sekolah menawarkan bentuk kerjasama kepada guru-guru muda potensial untuk mengabdi secara penuh di SMAISAKA ini. Dalam arti guru-guru muda ini diharapkan menjadi tulang punggung kegiatan di sekolah. Mereka dituntut untuk masuk 5 kerja mulai pagi hingga pulang sekolah.
Konsekuensinya, sekolah harus memenuhi kewajiban penggajian guru-guru GTT ini layaknya guru-guru negeri. Atau paling tidak  gaji mereka dapat dipergunakan untuk menghidupi keluarganya layaknya setingkat di atas UMR.
 
Dengan adanya kebijakan sekolah  yang  baru ini, nampaknya masih ada kendala teknis. Yaitu kesiapan guru-guru muda dalam menentukan masa depan mereka. Karena jika mereka akan mendaftar sebagai PNS otomatis hak mereka mengajar di SMA Islam Kepanjen akan sirna.
Apalgi saat ada penerimaan CPNS, pelamarnya sangat membludak dan tidak menjamin bagi guru yang bersangkutan diterima sebagai CPNS.

Nampaknya Kepala sekolah sendiri sudah jenuh dengan keluarnya beberapa guru potensi yang diterima setiap ada penerimaan CPNS. Mau tidak mau sekolah harus mencari pengganti. Yang tentunya berakibat dengan banyaknya perubahan jadual mengajar guru-guru baru dan penyesuaian diri.

Pada kesempatan ini pula Kepala Sekolah berharap,j ika ada yang kurang berkenan dengan kebijakan sekolah  dan menjadikan  permasalahan guru - guru  sebaiknya disampaikan langsung ke sekolah. Dan jangan sampai diumbar ke orang lain yang tidak berkepentingan, demi kepentingan besar sekolah.

     
Guna meminimalisir permasalahan dibelakang hari, Sekolah membuat sebuah MOUyang bertujuan ;

Meningkatkan kualitas layanan pendidikan terutama kualitas guru dan Calon guru di SMA Islam Kepanjen

Ruang lingkup Kerjasama
Hak dan kewajiban
1.       Memberi penilaian kinerja guru
2.   Memberikan pelayanan kepada guru dengan tujuan untuk  memperlancar proses kegiatan pembelajaran.
3.   Memberikan pembinaan kepada guru secara berjenjang dalam bentuk :
-      Pembinaan lisan
-      Peringatan secara tertulis / SP.1 dan SP.2
-      Surat Pemutusan hubungan Kerja ( SPHK ).

Kewajiban :
a.   Memberikan gaji pokok
b.   Memberi tunjangan, intensif dsb
c.   Memberikan hak cuti pernikahan melahirkan dsb.
d.Mengirim pihak kedua untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan.

Pihak ke Dua berkewajiban :
Memberikan loyalitas
1.   Melaksanakan min 5 hari kerja
2.   Hadir di sekolah sesuai jam efektif
3.   Mematuhi semua peraturan dan tata tertib
4.   Melaksanakan Proses Pembelajaran secara profesional.

Penyelesaian Perselisihan
1.   Setiap penyelesaian yang terjadi akan dilaksanakan dengan musyawarah dan mufakat.
2.   Hasil musyawarah untuk mufakat merupakan putusan terakhir dan mengikat ke dua belah pihak.

Perjanjian tambahan
Jika ada hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini, akan dibuat perjanjian yang mendukung perjanjian yang sudah ada.

Tidak ada komentar:

Home

Arsip Blog

Pengikut